Sabtu, 24 November 2012

chairil anwar


Tentang Chairil Anwar 



Chairil Anwar lahir di Medan, 26 Juli 1922. Berpendidikan MULO (tidak tamat). Pernah menjadi redaktur “Gelanggang” (ruang kebudayaan Siasat, 1948-1949) dan redaktur Gema Suasana (1949). Kumpulan sajaknya, Deru Campur Debu (1949), Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan yang Putus (1949), dan Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani, 1950). Chairil Anwar dianggap pelopor angkatan 45. Ia meninggal di Jakarta, 28 april 1949. Hari kematiannya diperingati sebagai Hari Sastra di Indonesia.



karya tulis  & puisinya sangat membangun generasi baru


Rumahku

Rumahku dari unggun-timbun sajak
Kaca jernih dari luar segala nampak

Kulari dari gedong lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan

Kemah kudirikan ketika senjakala
Di pagi terbang entah ke mana

Rumahku dari unggun-timbun sajak
Di sini aku berbini dan beranak

Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
Jika menagih yang satu

inilah salah  satu puisi yg di buat oleh chairil anwar pada, 29 april 1943
berkesimpulan bahwa negeri ini adalah tempat tinggalku & disilah aku besar dan aku memiliki keturunan di negeri inilah rumahku meskipun cuma unggun - timbun.

jadi bagi kita generasi muda ayo bangkit dan berkarya, karena karya anak bangsa tidak kalah baik dari negeri tetangga.
chairil anwar pahlawanku....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar